Diaspora Sasak Lombok se Dunia
Channel Youtube ASLI
Berita  

Saharudin, 50.000 Warga ASLI Kepri Siap Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan

Ustadz Saharudin, M.Pd, Ketua DPW ASLi Kepri

BATAM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) Kepulauan Riau (Kepri) terpilih, Saharuddin, M.Pd., menegaskan komitmen warga Sasak Lombok yang berada di Provinsi Kepulauan Riau untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Saharuddin bersama jajaran pengurus DPW ASLI Kepri yang dilantik di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, 4 Oktober 2026, menyampaikan bahwa masyarakat Sasak Lombok yang berdomisili di Kepulauan Riau diperkirakan mencapai sekitar 50.000 jiwa. Mereka tersebar di berbagai bidang kehidupan dan telah mengambil peran dalam pembangunan masyarakat di Kepri.

“Kami menyampaikan kepada Bapak Gubernur Kepulauan Riau dan Bapak Wali Kota Batam bahwa sekitar 50.000 warga Sasak Lombok yang berada di Kepulauan Riau siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan. Kami siap berjalan bersama dan berada di bawah bimbingan pemerintah daerah,” ujar Saharuddin.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Sasak Lombok di Kepri tidak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga aktif dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial dan pelayanan publik.

Di tengah masyarakat, warga Sasak Lombok banyak berkiprah sebagai pengelola dan tenaga pendidik pondok pesantren, pengurus panti asuhan, imam masjid, guru-guru madrasah, aparatur sipil negara (ASN), anggota Kepolisian maupun TNI, serta berbagai profesi lainnya.

Kontribusi tersebut, kata Saharuddin, merupakan bagian dari semangat masyarakat Sasak Lombok untuk ikut membangun daerah tempat mereka berdomisili sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin keberadaan warga Sasak Lombok di Kepulauan Riau menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam membangun daerah. Kami tidak ingin berjalan sendiri. Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Siap Berkolaborasi dengan Seluruh Paguyuban

Selain membangun sinergi dengan pemerintah daerah, DPW ASLI Kepri juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan seluruh paguyuban dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Batam maupun Provinsi Kepulauan Riau.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat persaudaraan antarsuku, menjaga kerukunan serta merawat kebinekaan dalam bingkai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“ASLI Kepri siap berkolaborasi dengan seluruh paguyuban yang ada di Kota Batam dan Kepulauan Riau. Kita semua memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi kita berada dalam satu rumah besar Indonesia. Kebinekaan harus kita jaga bersama dalam semangat Pancasila,” tegas Saharuddin.

Ia menambahkan bahwa organisasi masyarakat harus mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan sosial, bukan menjadi sekat antarkelompok. Karena itu, ASLI Kepri akan mendorong berbagai kegiatan yang dapat memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, pendidikan, keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelantikan ASLI Kepri oleh Ketua Umum DPP ASLI

Menghidupkan Falsafah “Saling Asah, Asih, Asuh”

Dalam kesempatan tersebut, Saharuddin juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Sasak Lombok di Kepulauan Riau agar menjadikan falsafah “Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh” sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.

Menurutnya, falsafah tersebut sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama dan menjadi landasan penting dalam membangun persaudaraan.

Saling Asah dimaknai sebagai semangat untuk saling memberikan nasihat, pengetahuan dan pembelajaran yang baik. Dalam konteks keagamaan, hal tersebut dapat diwujudkan melalui semangat tawashau atau saling menasihati dalam kebaikan.

Kemudian Saling Asih, yakni saling menyayangi, menghormati dan menjaga hubungan persaudaraan. Nilai ini menjadi dasar untuk membangun hubungan sosial yang penuh kasih sayang dan penghormatan antarsesama.

Sementara Saling Asuh diwujudkan melalui semangat ta’awun, yaitu saling membantu dan tolong-menolong dalam kebaikan.

“Falsafah ASLI adalah Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh. Saling Asah berarti kita harus saling menasihati dan memberikan ilmu yang baik. Saling Asih berarti kita harus saling menyayangi. Sedangkan Saling Asuh berarti kita harus saling membantu dan menolong,” jelasnya.

Saharuddin berharap nilai tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan oleh seluruh pengurus dan warga Sasak Lombok dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh warga Sasak Lombok di Kepri untuk menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadikan ASLI sebagai rumah besar untuk mempererat persaudaraan. Mari kita jaga nama baik masyarakat Sasak Lombok, hormati semua suku dan budaya yang ada di Kepulauan Riau, serta bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsa,” pungkas Saharuddin.

Exit mobile version